Kamis, 19 Maret 2009

Membaca Itu Asyik

  • ingin cari uang? bukalah alamat dibawah
    http://kumpulblogger.com/lempar.php?j=&type=sca&k=2765&b=39181&droll=3fdb3170

    MEMBUDAYAKAN GEMAR
    MEMBACA DI MASYARAKAT
    Oleh: Sutrisno

    (Sumber: Media Pustakawan Vol.6 No.4/12/1999/oleh: Sutrisno)

    PENDAHULUAN
    Budaya membaca apabila dikaitkan dengan suatu tatanan kehidupan di masyarakat, negara dan bangsa yang saat ini dilanda revolusi invormasi, adalah merupakan salah satu kunci dalam memanfaatkan, mengolah dan menciptakan demi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi kecerdasan bangsa serta pengembangan sosial budaya
    Adapun membaca itu merupakan kunci kehidupan, walaupun ini hanya merupakan petuah tua yang kebenarannya hampir selalu didukung dengan sejarah, dan sejarah telah membuktikan bahwa bangsa besar menoreh kegemilangannya dengan modal kemampuan membaca, terlepas yang dibaca adalah merupakan tanda tanda zaman, ketentuan alam atau hasil kreativitas akal dalam memformulasikan berbagai dinamika kehidupan
    Membaca juga merupakan kebutuhan mutlak di setiap masyarakat, negara dan bangsa dalam mencapai kemajuan di segala bidang.
    Bangsa yang maju dapat dilihat pada kegemaran masyarakatnya yang keinginan membacanya tinggi. Oleh karena itu ada negara memdapat predikat negara maju, negara berkembang dan negara yang tertinggal atau predikat lain yang berkaitan dengan intelektual pada masyarakat, negara dan bangsanya.

    MEMBACA
    Abderson mengatakan , membaca bila dilihat dari segi linguistic merupakan proses penyandian kembali dan pembacaan sandi sedangkan kamus linguistic menterjemahkan membaca adalah menggali informasi dari teks, baik yang berupa tulisan maupun dari gambar, diagram atau merupakan kombinasi dari itu semua. (Anderson, 1972.209-211)
    Sedangkan Hodgson mengartikan membaca merupakan proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis (Hodgson, 1960.43-44)

    ANALISA MASALAHAN
    Menurut penulis ada tiga landasan dalam membaca yaitu: seseorang yang ingin megetahui sesuatu, berkemampuan membaca dan lingkungan membaca.Jadi seseorang yang berkeinginan membaca apabila mempunyai rasa keinginan sesuatu hal, sedangkan sesuatu hal tersebut dapat diperoleh dan didapatkan dengan cara melalui membaca ataupun bacaan, karena orang yang tidak terdorong ingin mengetahui sesuatu tentu tidak akan berusaha atau tertarik dengan mendapatkan informasi melalui membaca.
    Seseorang yang terdorong ingin membaca karena mempunyai kemampuan membaca (reading ability), sedangkan orang yang tidak mempunyai keterampilan membaca rasa keingintahuan sesuatu dilakukan dengan cara bertanya kepada orang lain yang dirasa terampil.
    Membaca, selalu terkait dengan penguasaan bahasa, karena sepandainya seseorang dalam membaca apabila tidak menguasai bahasa juga akan menemui kesulitan juga. Sehingga bisa ditarik kesimpulan penguasaan bahasa sangat diperlukan dalam membaca, karena keterbatasan penguasaan bahasa juga akan menjadikan keterbatasan pula dalam membaca
    Lingkungan membaca sangat mendukung dalam menentukan seseorang untuk gemar membaca, salah satu contoh : seorang bocah bahkan orang dewasa akan tertarik atau terdorong akan membaca apabila masuk ke lingkungan keluarga yang suka membaca dibanding masuk di lingkungan keluarga yang pasif dalam hal membaca

    PENGARUH MEMBACA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
    Kondisi masyarakat saat ini cenderung dipengaruhi oleh gaya hidup yang serba wah, sehingga akan mempengaruhi perubahan tata nilai di masyarakat, ini merupakan suatu gejala yang terjadi terus menerus dalam kehidupan masyarakat kita, karena perubahan ini tidak selalu berdampak positif di masyarakat bahkan mungkin menjadikan hal-hal yang merugikan kita bersama, hal inilah yang menjadikan pekerjaan kita dalam mengendalikan hal-hal yang menjadikan kita rugi.
    Membudayakan gemar membaca di masyarakat sangat diperlukan diantaranya menanamkan rasa ingin tahu maupun membangkitkan rasa ingin tahu kepada masyarakat yang dalam arti ingin tahu yang sungguh- sungguh. Ini melibatkan peran serta para intelektual yang bernaung di tengah tengah masyarakat.
    Hal yang perlu dicermati adalah keadaan masyarakat itu sendiri, karena keengganan membaca biasanya karena kesibukan bekerja, tidak adanya waktu luang, keterbatasan waktu untuk membaca dan sebagainya, Masalah tersebut merupakan tugas pokok para intelektual untuk meyakinkanya bahwa membaca sangatlah penting untuk memajukan suatu bangsa.

    Bagaimana cara mengembangkan rasa ingin tahu?

    Utuk membudayakan gemar membaca dimulai dari pengembangan rasa ingin tahu (curiocity) idealnya dilakukan sejak anak masih usia dini atau anak masih belum masuk sekolah yang kemudian dikembangkan ke jalur sekolah.
    Untuk memajukan masyarakat melalui membaca menurut Tri Joko Raharjo dalam artikelnya yang berjudul (membaca dan menulis merupakan kunci kemajuan masyarakat pada abad revolusi informasi dewasa ini (Tri Joko Raharjo, 1996-29) yaitu ada tiga jalur antara lain: jalur keluarga, jalur sekolah dan jalur masyarakat

    Jalur Keluarga
    Lingkungan keluarga paling efektif dalam mengembangkan rasa ingin tahu terutama pada anak yaitu dengan cara mendongeng baik dengan cara langsung mendengarkan atau membaca buku yang kemudian meterangkan isi dari buku tersebut
    Waktu GKR Hemas ketika memberikan sambutan dalam acara pesta anak di Purna Budaya Yogyakarta menjelaskan bahwa mendongeng merupakan media komunikasi dalam keluarga, terutama bagi anak dengan orang Tua.
    Disela sela maraknya arus informasi global, akan lebih bijaksana bila orang tua tetap mengacu pada budaya asal-usulnya dalam mendidik anak. Masih ada cara lain selain mendongeng misalnya kejadian sehari-hari di dalam keluarga,
    contoh si kecil lagi sakit panas, orang tua menjelaskan asal mula si anak kena sakit panas, bagaimana cara mengatasi dan memulihkan dari sakit.
    Peristiwa alam seperti hujan yang diselingi angin ribut dan petir, untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak, maka orang tua harus bisa menerangkan atau menjelaskan mengapa terjadi hujan, angina dan petir selain itu tidak lepas dari penyediaan buku bacaan yang memuat
    kejadian alam itu, maka si kecil pasti akan berusaha membaca, paling tidak melihat gambar-gambar penjelasannya.
    Bagi orang dewasa maupun orang tua akan berbeda cara penyajiannya untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, misalnya mediator mengajak bicara tentang politik, venomena alam, peristiwa social budaya, dengan menyediakan bacaan seperti majalah, surat kabar dan lain sebagainya, maka para intelektual sebagai mediatornya berusaha meyakinkan audiennya sehingga menjadi tertarik dan akhirnya mencari bacaan yang telah disediakan..

    Jalur sekolah
    Pada jalur ini guru atau pendidik sangat berperan untuk mempengaruhi anak didiknya dalam hal ingin tahu dan gemar membaca, yaitu dengan cara memberikan tugas pada anak didiknya yang terkait dengan mata pelajaran, dengan demikian maka para anak didik akan berusaha mencari materi dan informasi sebagai rujukan materi tugasnya di perpustakaan, Karena anak didik sering datang ke perpustakaan maka akan berpengaruh anak didik yang lain untuk datang ke perpustakaan untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan.

    Jalur Masyarakat
    Kebiasaan membaca telah di tanamkan di jalur keluarga dan jalur sekolah, dengan sendirinya masyarakat secara umum telah membudayakan gemar membaca, tinggal bagaimana memeliharanya. Untuk melestarikan budaya tersebut maka perlu adanya penyediaan bahan informasi yang cukup, diantaranya didirikan perpustakaan desa, perpustakaan umum, perpustakaan keliling dan lain sebagainya.

    Mengembangkan Ketrampilan Membaca
    Membaca mempunyai arti sebenarnya adalah suatu usaha untuk menghadapi bahasa yang berfungsi sebagai tirai yang menyelubungi apa yang lazim kita anggap sebagai materi. Ada beberapa teknik-teknik membaca, misalnya membaca dalam hati, membaca cepat, membaca tanpa menggerakkan bibir, membaca secara meloncat-loncat dan sebagainya.
    Banyak yang megabaikan dalam membaca cepat, karena cara ini yang perlu dikuasai di zaman modern, tanpa mempelajari teknik membaca cepat akan ketinggalan, sehingga waktu banyak terbuang.
    Kemampuan membaca tidak lepas dari penguasaan bahasa, apabila penguasaan bahasa sangat kurang dengan sendirinya kemampuan membacapun akan menjadi terbatas. Bagaimana usaha untuk meningkatkan kemampuan membaca?
    Penguasaan bahasa perlu terus ditingkatkan, karena kemampuan membaca sifatnya tidak statis, maka apabila tidak dipelihara ketrampilannya akan cenderung menurun, bahkan lenyap sama sekali


    Mengembangkan Lingkungan Membaca

    Pada umumnya setiap manusia baik anak maupun orang dewasa akan mudah tertarik dengan situasi lingkungan, tinggal kita melihat apa saja kegiatan yang dilakukan di lingkungannya.
    Mengembangkan lingkungan membaca di masyarakat, disamping menyediakan bahan bacaan yang memadai juga perlu adanya pembinaan kebiasaan membaca, upaya ini akan lebih efektif bila diterapkan pada lingkungan pekerjaan yang pada karyawannya mengharuskan untuk banyak membaca, contohnya di lembaga pendidikan, redaksi surat kabar dan lain sebagainya, karena di tempat itulah setiap pekerjanya dituntut harus selalu mengembangkan pengetahuan seluas luasnya.



    Penutup

    Sebagai masyarakat negara yang dilanda revolusi informasi, sebaiknya pergunakan waktu yang sebaik baiknya untuk kegiatan membaca, agar memperoleh dan dapat mengelola informasi secara optimal demi kemajuan negara dan bangsa.
    Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu diupayakan bagaimana menanamkan budaya gemar membaca pada masyarakat, hal ini merupakan suatu pekerjaan besar, dan pula merupakan pekerjaan yang berkesinambungan, karena tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
    Agar pekerjaan berhasil dengan baik perlu adanya ketekunan, terutama pada sendi-sendi dari kegemaran membaca masyarakat yang perlu kita garap secara sistematis, yaitu menumbuhkan rasa ingin tahu yang sungguh sunggu, berkemampuan membaca. Dengan upaya tersebut akan menghasilkan generasi muda yang gemar membaca dari pada generasi sebelumnya, yang benar-benar akan lahir dalam masyarakat kita.

    Bacaan
  • Anderson, Paul S, 1972 Language skil in elementary education. New York: Macmillan Publishing Co
  • Dukumentasi Kliping: Vol xi/No.9/Mei 1999. Komik, Bahan bacaan anak masih langka di masyarakat. Jakarta: Centre for Strategic and International Studies
  • GKR Hemas, 1999, Waktu mendongeng hilang. Surakarta: Harian Jateng Pos. Senin Wage 2 Agustus, hal:15
  • Hodgson, F.M. 1960, Learning Modrn Language. London Reutledge & Hegen Paul
  • Kridalaksana, Harimurti, 1984 Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia
  • Raharjo, Tri Joko. Membaca dan menulis merupakan kunci kemajuan masyarakat pada abad revolusi informasi ini. Semarang: Edukasi 02/Th viii, FIP IKIP Semarang
  • Tarigan, Henry Gurtur. 1987. Membaca: sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
  • Wiryodijoyo, Wuwuyono, 1989. Membaca: strategi pengantar dan tekniknya. Jakarta: DEPDIKBUD

Kalau ingin cari uang lewat blog bukalah alamat dibawah

http://kumpulblogger.com/lempar.php?j=&type=sca&k=3591&b=39181&droll=d5a3e2c4
http://kumpulblogger.com/lempar.php?j=&type=scahortitle&k=3571&b=39181&droll=28aad762

http://kumpulblogger.com/lempar.php?j=&type=sca&k=3591&b=39181&droll=d5a3e2c4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar